Wednesday 24th of July 2024
×

Penampakan Terowongan Wilhelmina Sekarang Tahun 2024, Terbengkalai Hingga Banyak Kejadian Mistis!

Penampakan Terowongan Wilhelmina Sekarang Tahun 2024, Terbengkalai Hingga Banyak Kejadian Mistis!

--

Bangunan.web.id - Pada rangkuman pembahasan dibawah ini kami akan membagikan informasi terkait dengan penampakan terowongan Wilhelmina sekarang di tahun 2024 yang sudah terbengkalai. Simak selengkapnya berikut ini. 

Terowongan Wilhelmina adalah ikon yang terletak di desa Pamotan, di kecamatan Kalipucang, di kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Dahulu, tempat ini merupakan tempat lalu lintas kereta api melintasi perbukitan. Saat ini, tempat ini terbengkalai dan sering dianggap mistis.


Baca juga: Sejarah Terowongan Sasaksaat Beserta Fakta Menarik, Masih Aktif Untuk Perlintasan Kereta Api!

Baca juga: Info Sewa Rumah Full Furnished di Surabaya Juni 2024, Harga Terjangkau dan Bisa Dicicil DP 0%

Seperti yang bisa Anda lihat, mulut terowongan ditumbuhi rumput dan semak belukar, sehingga sulit untuk dilewati. Penampilan bangunannya juga menjemukan, khas bangunan peninggalan Belanda.

Namun, Terowongan Wilhelmina tetap memiliki daya tarik hingga saat ini karena nilai historis dan kesan mistis yang kuat. Berikut adalah 5 fakta menarik tentang terowongan ini.

Fakta Menarik Terowongan Wilhelmina

1. Dibangun pada tahun 1914 untuk memfasilitasi transportasi kereta api

Pembangunan terowongan ini dimulai ketika Staatsspoorwegen (Nederlandsch-Indische Staatsspoorwegen), perusahaan kereta api Hindia Belanda, meningkatkan penyatuan berbagai jalur kereta api di Jawa pada tahun 1900-an.

Empat belas tahun kemudian, terowongan ini dibangun untuk memudahkan akses ke jalur kereta api yang sering terhalang bukit.

Alasan pembangunan terowongan ini sangat tepat, mengingat wilayah Pangandaran pada saat itu masih terdiri dari lembah dan bukit, sehingga sulit untuk diakses. Berkat terowongan ini, akses tersebut kini dapat dilalui.

Baca juga: Inilah Angka Keberuntungan Senin Kliwon 17 Juni 2024, Cek Disini Penjelasan Lengkapnya!

Struktur terowongan ini juga terbuat dari beton tebal, agar dapat menahan batuan andesit yang seluruhnya berada di dalam bukit. Hasilnya, jalan di bawah gunung ini memiliki panjang total 1.127,1 meter (1,12) KM.

Sejak saat itu, Terowongan Wilhelmina telah menjadi jalur kereta api utama yang melintasi rute Banjar - Cijulang dan juga menghubungkan jalur kereta api alternatif Kalipucang ke Lembah Parigi dan sebaliknya.

Source:

Update Terbaru