Wednesday 24th of July 2024
×

Sejarah Singkat Benteng Pendem Ngawi dan Fakta Menariknya, Bagaimana Kondisinya Sekarang?

Sejarah Singkat Benteng Pendem Ngawi dan Fakta Menariknya, Bagaimana Kondisinya Sekarang?

--

Bangunan.web.id - Pada rangkuman pembahasan dibawah ini kami akan membagikan informasi terkait dengan sejarah singkat Bentang Pendem Ngawi dan Fakta Menariknya yang bisa kalian simak melalui rangkuman pembahasan dibawah ini. 

Benteng Pendem Ngawi terletak di Desa Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Benteng Pendem Ngawi atau Benteng Van den Bosch terletak di pertemuan dua sungai yang mengalir di Kabupaten Ngawi, yaitu sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun.


Benteng ini dibangun oleh seorang arsitek Belanda bernama Jacobus von Dentzsch antara tahun 1939 dan 1845. Benteng ini memiliki luas sekitar 15 hektar dan bangunannya sekitar 5 hektar.

Baca juga: Info Harga Sewa Rumah Bulanan Pekanbaru Termurah 2024 Langsung WA Nomor Ini Untuk Tanya-Tanya Detailnya

Baca juga: Cara Menghitung Bentangan Balok 7 Meter Terbaru, Mudah Dipahami dan Disertai Contoh!

Sejarah Benteng Pendem Ngawi

Benteng Pendem Ngawi merupakan salah satu bukti pertahanan kolonial Belanda di Indonesia. Nama Van den Bosch diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-43, Johannes Graaf Van den Bosch. Gubernur Jenderal Johannes Graaf Van den Bosch memerintah dari tahun 1830 hingga 1834.

Nama benteng ini adalah Pendem (terkubur) karena bangunannya tidak terlihat dari luar benteng. Benteng yang berbentuk persegi panjang ini dikelilingi oleh tanggul yang lebih tinggi dari benteng itu sendiri.

Benteng Pendem Ngawi dibangun dengan gaya arsitektur neoklasik yang tidak jelas, dengan beberapa deretan bangunan yang didesain dengan gaya melengkung. Gaya arsitektur tersebut memberikan kesan bangunan pertahanan yang kuat dan megah.

Baca juga: Berapa Maksimal Bentangan Balok Beton? Cek Disini Untuk Hasilkan Kekuatan Kokoh pada Bangunan!

Pembagian ruangan yang sangat kompleks, memberikan gambaran tentang keluar masuknya para penghuni benteng pada saat itu, baik militer maupun non militer. Pada masanya, Benteng Pendem Ngawi dihuni oleh sekitar 250 tentara Belanda.

Benteng ini juga digunakan untuk mengontrol sistem tanam paksa pada tahun 1840 hingga 1860. Benteng ini juga digunakan untuk mengawasi pabrik-pabrik gula di sekitar Kabupaten Ngawi. Benteng Pendem Ngawi juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan umum, terutama untuk anak-anak.

Source:

Update Terbaru